Internet juga media sosial telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupansehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanyainternet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.
Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet
yang palingbanyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat
berkomunikasidengan pengguna lainnya di seluruh dunia.Media pertukaran
data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp danwww (world wide web –
jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan
internet yangpesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi
yang penting danakurat.Kemudahan memperoleh informasi yang ada di
internet sehinggamanusiatahuapa saja yang terjadi.Bisa digunakan sebagai
lahan informasi untuk bidang pendidikan,kebudayaan, dan lain-lain
B. Dampak Negatif Pengguna internet
1. Cybercrime
Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia mayayang bersifat.
• Melintasi batas Negara
•Perbuatan dilakukan secara illegal
•Kerugian sangat besar
•Sulit pembuktian secara hukumBentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut:
1.HackingUsaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupunmencari kelemahan system jaringan.
2.CrackingUsaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri,mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.
3. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memangtidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi
pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen
‘browser’melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis
home-pageyang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar
pornografi dan kekerasanyang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
.Violence And Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi
bisnis dan isi padadunia internet tidak terbatas, maka para pemilik
situs menggunakan segala macamcara agar dapat ‘menjual’ situs mereka.
Salah satunya dengan menampilkan hal-halyang bersifat tabu.
4.Penipuan
Hal ini memang erajalela di bidang manapun. Internet pun
tidak luput dariserangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak
mengindahkan hal ini ataumengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
5.Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakanKartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat
internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini.
Dengansifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya
transaksi (yangmenggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu
yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka
dapatkan untuk kepentingankejahatan mereka.PerjudianDampak lainnya
adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi
tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda
hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs
perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewatinternet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet(kejahatan
juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan, terutamayang
menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
B. JEJARING SIAL TERHADAP PERKEMBANGAN
Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur
sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau
organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik
seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain sebagainya.
Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen
individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka
berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal
sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh
profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak
dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring
sosial. Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak
remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang
dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook). Selain itu penyalahgunaan situs jejaring sosial (facebook)
juga digunakan sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. Selain
kedua hal tersebut, masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan
dari situs pertemanan sosial. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan
tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas
hubungan sosial, untuk kebutuhan konsumen atau pemakai, menekankan pada
sisi sosial atau eksternal, serta lebih diutamakan sisi emosionalnya
(dalam Pengaruh Jejaring Sosial Dalam Masyarakat,
SatriaKusumaIndustriesBlog.com).
Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan
oleh kalangan remaja, karena sebagian besar pengguna jejaring sosial
adalah dari kalangan remaja pada usia sekolah. Karena sangat mudah
menjadi anggota dari situs jejaring sosial, maka tidak heran jika banyak
orang baik sengaja ataupun hanya coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi
pengguna situs jejaring sosial tersebut. Tidak butuh waktu lama akan
menjadi kebiasaan untuk mengakses dan membuka situs-situs jejaring
sosial tersebut, dan berinteraksi secara pasif di dalamnya. Akibatnya
pengguna dalam hal ini peserta didik (siswa) bisa lupa waktu karena
terlalu asyik dengan kegiatannya di dunia maya tersebut.
Yang paling menghawatirkan adalah bahwa pada era teknologi
dan globalisasi seperti sekarang ini, telepon seluler yang dulunya hanya
berfungsi sebagai alat penerima dan pemanggil jarak jauh, kini dapat
digunakan untuk mengakses internet dan situs jejaring sosial. Jadi siswa
tidak perlu lagi ke warnet untuk mengakses situs pertemanan, melainkan
dapat mengaksesnya langsung di telepon seluler mereka. Hal ini semakin
menambah banyak kasus penyalahgunaan situs jejaring sosial untuk hal
yang tidak sesuai dengan aturan.
Tidak hanya siswa, para mahasiswapun tidak luput dari dampak
situs jejaring sosial ini. Sebuah penelitian terbaru dari Aryn
Karpinski, peneliti dari Ohio State University, menunjukkan bahwa para
mahasiswa pengguna aktif jejaring sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang lebih rendah daripada para mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial facebook. Dari 219 mahasiswa yang diriset oleh Karpinski, 148 mahasiswa pengguna situs facebook
ternyata memiliki nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa non
pengguna. Menurut Karpinski, memang tidak ada korelasi secara langsung
antara jejaring sosial seperti facebook yang menyebabkan nilai
para mahasiswa atau pelajar menjadi jeblok. Namun diduga jejaring sosial
telah menyebabkan waktu belajar para siswa atau mahasiswa tersita oleh
keasyikan berselancar di situs jejaring sosial tersebut. Para pengguna
jejaring sosial mengakui waktu belajar mereka memang telah tersita.
Rata-rata para siswa pengguna jejaring sosial kehilangan waktu antara 1 –
5 jam sampai 11 – 15 jam waktu belajarnya per minggu untuk bermain
jejaring sosial di internet. (dalam www.pengaruh facebook.com).
Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama
dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet
adalah usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Riset itu dilakukan melalui
survei terhadap 2.000 responden. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja
itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara
sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler. Sebagai gambaran,
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2009 menyebutkan,
pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta.
Pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25 persen. Riset Nielsen juga
mengungkapkan, pengguna Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat 700
persen dibanding pada tahun 2008. Sementara pada periode tahun yang
sama, pengguna Twitter tahun 2009 meningkat 3.700 persen. Sebagian besar
pengguna berusia 15-39 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa memang benar
adanya pengguna situs jejaring sosial adalah dari kalangan remaja usia
sekolah.
Motivasi dan prestasi belajar siswa dapat menurun karena
situs jejaring sosial. Buktinya pada penelitian yang dilakukan oleh Aryn
Karpinski yang sudah ditulis di bagian atas. Prestasi belajar dalam hal
ini nilai siwa menurun akibat terlalu sering membuka situs jejaring
sosial di internet. Hal ini mungkin karena motivasi belajar siswa
tersebut juga menjadi berkurang karena lebih mementingkan jejaring
sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri. Motivasi sangat memegang
pengaruh yang penting terhadap siswa, karena dengan motivasi siswa
tersebut dapat menyadari betapa pentingnya belajar untuk kehidupan yang
akan datang. Motivasi juga berpengaruh terhadap pencapaian cita-cita
siswa yang mungkin telah tertanam sejak siswa itu memiliki cita-cita.
Untuk itulah motivasi belajar siswa perlu dipertahankan dan jangan
sampai motivasi tersebut menurun akibat dari penggunaan sius jejaring
sosial yang semakin menghawatirkan.
Solusi Penyelesaian Masalah
Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan
nyata, terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan. Motivasi siswa
kini menurun, prestasi belajarnyapun menurun, dan minat siswa untuk
mengikuti pelajaran juga mulai mengalami penurunan. Kurangnya waktu
belajar juga meruoakan implikasi dampak negatif dari situs jejaring
sosial. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi dengan jalan
melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna jejaring
sosial. Tapi, apa hanya sampai di situkah pengawasan yang dilakukan?
Setidaknya ada beberapa dampak negatif dari situs jejaring sosial:
Membuat Seseorang Menjadi Penyendiri dan Susah Bergaul
Situs jejaring sosial di internet membuat penggunanya
memiliki dunia sendiri, sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli
dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah
kecanduan situs jejaring sosial sering mengalami hal ini. Yang
mengakibatkan dirinya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya lagi.
Kurangnya Sosialisasi dengan Lingkungan
Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan
sosial peserta didik (siswa). Mereka yang seharusnya belajar sosialisai
dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk
berselancar di dunia maya bersama teman teman di komunitas jejaring sosialnya, yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun.
Menghamburkan Uang
Akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas
berpengaruh terhadap kondisi keuangan siswa (terlebih kalau akses dari
warnet). Tidak jarang siswa menggunakan uang SPP mereka untuk pergi ke
warnet sekedar untuk membuka situs jejaring sosial saja. Ini dapat
dikategorikan sebagai pemborosan, karena menggunakan uang secara tidak
produktif.
Berkurangnya Waktu Belajar Siswa
Hal ini sudah jelas, karena dengan mengakses internet dan
membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu, sehingga yang
dikerjakannya hanyalah itu-itu saja.
Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman
Luthfie, selain harus waspada, orang tua juga harus mempelajari secara
mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. Berdasar
penelusurannya, ditemukan fakta bahwa dari 17,6 juta pemilik akun
jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia, dan 360.000 orang di antaranya berumur 13 tahun.
“Bagi orang tua, saya sarankan untuk segera menghindarkan anak-anaknya yang belum berumur 13 tahun dari facebook atau jejaring sosial sejenis. Memang banyak games menarik di facebook
yang bisa menggoda anak-anak. Namun tetap saja harus dihindari. Masih
banyak games lain yang menarik dan bisa dimainkan tanpa harus jadi
anggota facebook,” kata Nukman.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai
langkah untuk menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs
jejaring sosial, di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, berupaya belajar tentang
internet serta situs jejaring sosial yang ada di internet tersebut. Hal
ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua mengetahui seperti
apa teknologi sekarang ini, dan bisa mengawasi anaknya pada saat
berselancar di internet. Kedua, beritahukan tentang bahaya yang
mengintai dalam penggunaan situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat
anak menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial
tersebut, dan mengerti batasan-batasannya. Ketiga, sebisanya dampingi anak saat berselancar di dunia maya, terlebih pada saat anak tersebut membuka situs jejaring sosial. Keempat, tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang belum cukup umur.
Langkah-langkah Strategis Pengimplementasian Gagasan
Dalam perkembangannya di jaman sekarang ini, mengakses
internet dan membuka situs jejaring sosial kini dapat dilakukan dengan
telepon seluler. Hal ini cukup membuat dampak dari jejaring sosial
sangat dirasakan dikalangan siswa. Masalahnya adalah banyak siswa yang
mengakses situs jejaring sosial tersebut dari telepon seluler mereka
pada saat proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya para siswa tidak
serius mengikuti pelajaran yang berlangsung, sehingga konsentrasi mereka
hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon genggam.
Melihat keadaan ini, lambat laun motivasi belajar mereka juga akan
mengalami penurunan. Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan
prestasi siswa. Jika motivasi atau keinginan siswa untuk belajar rendah
maka yang terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan.
Hal inilah yang sangat menghawatirkan dalam dunia pendidikan.
Dari paparan dampak situs jejaring sosial di atas, adapun
langkah strategis yang dapat dilakukan untuk pengimplementasian gagasan
yaitu sebagai berikut:
Memberikan Pemahaman kepada Siswa Tentang Bahaya Situs Jejaring Sosial
Langkah ini perlu dilakukan agar para siswa tahu bahaya dari
penggunaan situs jejaring sosial, dan dapat menggunakannya secara lebih
bijak. Selain itu langkah ini juga dapat menimbulkan rasa waspada kepada
siswa sehingga dalam menggunakan situs jejaring sosial mereka lebih
berhati-hati.
Usahakan Untuk Tidak Memberikan Telepon Seluler yang Dapat Mengakses Internet (situs jejaring sosial)
Kecanggihan alat komunikasi sekarang ini telah memungkinkan
telepon seluler untuk mengakses internet. Bahkan beberapa merek telepon
seluler ternama berlomba-lomba mengeluarkan produk yang memiliki
kecanggihan dan kemampuan akses internet, yang memungkinkan penggunanya
mengakses situs jejaring sosial dengan sangat mudah. Hal ini dapat
menyebabkan siswa kecanduan mengakses situs jejaring sosial dengan
telepon seluler mereka. Maka dari itu sebagai orang tua, usahakanlah
untuk tidak memberikan telepon seluler kepada anak usia dini, karena
kebanyakan anak usia dini belum dapat memanfaatkan internet dengan baik,
maka akan berakibat pada prestasi mereka disekolah karena terlalu
sering mengakses internet atau jejaring sosial. Karena tujuan utama
telepon seluler adalah untuk alat komunikasi saja.
Mengawasi Siswa dalam Berinternet atau Berjejaring Sosial
Pengawasan terhadap pergaulan siswa dalam jejaring sosial
dunia maya sangat diperlukan, karena jika siswa tidak diawasi mereka
akan dengan mudah mengakses situs jejaring sosial tersebut dan
menggunakannya kea rah yang tidak baik. Pergaulan mereka akan mudah
melawan perkataan orang tua, dan usaha kita untuk menyelamatkan anak
untuk tidak menggunakan akses internet secara berlebihan akan sia-sia
dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Pergaulan anak yang bebas dan
pengaruh dari teman-teman juga dapat memudahkan anak untuk mengakses
situs jejaring sosial dengan mudah. Maka dari itu mereka perlu diawasi
untuk tidak mengakses internet dengan bebas.
Dengan mengimplementasikan gagasan di atas, diharapkan
berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh situs jejaring sosial
dapat ditanggulangi, baik sebelum terjadi atau sesudah dampak itu
terjadi. Namun untuk lebih meminimalkan dampak negatif yang dihasilkan
dari situs jejaring sosial, alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan
internet dan jejaring sosial dengan bijak.
Kesimpulannya kita harus memiliki konsep di kepala kita, bagaimana
teknologi, social media, Internet dan lain sebagainya bisa membuat kita
menjadi manusia yang lebih baik. Bagaimana cara mengatur waktu kita
dengan adanya fenomena seperti ini. Dan bagaimana kita bisa tetap
produktif dan bahkan makin produktif dengan kondisi sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar